Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2018

Resensi Novel Moga Bunda Disayang Allah

Judul: Moga Bunda Disayang Allah
Penulis: Tere Liye
Editor: Andriyati
Penerbit: Republika
Cetakan/ Tahun Terbit: XIII/ 2012
Tempat Terbit: Jakarta
Jumlah Halaman: 306 halaman


Gelap. Hitam. Sunyi.
Kekosongan sempurna menyelimuti hidup Melati sejak 3 tahun terakhir. Ia sepenuhnya buta dan tuli (sekaligus bisu). Diusianya yang ke enam, gadis kecil nan menggemaskan itu bahkan belum bisa mengenali sendok-garpu. Ia tidak memiliki akses mempelajari hal-hal sederhana itu, meski rasa keingintahuannya terasa menggelegak di dalam otak kecilnya. Dengan segala keterbatasannya, bagaimana ia bisa mengenal dunia sekelilingnya, orangtuanya, pula Tuhannya? Jutaan bait doa dan usaha telah dilakukan oleh Bunda dan suaminya, Tuan HK. Namun hasilnya masih saja nihil. Awan sedih makin menggelayuti kedua pasangan suami istri yang baik dan kaya itu. Atas saran seseorang, Bunda akhirnya meminta bantuan kepada lelaki bernama Karang. Harapan terakhirnya di ambang keputusasaan
Lain Melati, lain pula Karang. Pemu…

Resensi Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990

Judul Buku :   DILAN Dia adalah Dilanku tahun 1990 Penulis : Pidi Baiq Penyunting : Moemoe dan Huda Wahid Cetakan/ Tahun Terbit : XVI/ 2015 Penerbit : Pastel Books Jumlah Halaman : 332 hal
Namanya Milea Adnan Hussain, biasa dipanggil Milea atau Lia. Ia murid baru di salah satu SMA negeri kota Bandung.  Suatu hari dalam perjalanannya ke sekolah, Milea disapa oleh seorang murid laki-laki bermotor. Bukannya mengajak kenalan, si murid itu malah meramal bahwa mereka nanti akan bertemu di kantin, lantas berlalu begitu saja. Milea bingung. Ramalan aneh tadi nyatanya tak terbukti, namun ia menerima sepucuk surat dari si peramal tadi lewat temannya, Piyan. Isinya berupa permohonan maaf karena ramalan tadi tidak terbukti. Lantas ia meramalkan (lagi) bahwa mereka akan bertemu esok hari. Lagi-lagi Milea dibuatnya bingung. Besok hari Minggu. Sekolah kan tutup. MileaMile tidak mau ambil pusing. Namun, kali ini ramalannya terbukti. Minggu pagi, si peramal ditemani Piyan datang kerumahnya untuk meny…

UPT PERPUSTAKAAN UNSYIAH : The Revolution of Library, The Revolution of Literacy

[Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba ULF 2018]

Perpustakaan biasanya identik dengan tempatnya anak-anak kutu buku. Pergi ke perpustakaan tanpa alibi buat tugas, malah dikatain "rajin banget" (pake nada sarkasme) atau "sok rajin", "sok pintar" dan sejenisnya. Ya maklum-maklum saja, membaca bukanlah kebiasaan atau hobi yang lazim bagi sebagian orang kita. Daripada membaca, anak-anak muda sekarang lebih senang main gadget atau ngopi. Maka tak heran, perpustakaan jadi kalah ramai dengan cafe-cafe yang terus menjamur.

Seperti yang diketahui, literasi di negeri kita memang masih tergolong rendah. Menurut data statistik dari UNESCO,  indonesia berada pada peringkat ke 60 dari total 61 negara dengan tingkat literasi terendah. Indeks minat baca di Indonesia juga disebut baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Hasil dari UNDP juga megungkapkan bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia ha…